Latihan Penyesalan
Di kamar , Sam duduk di tepi ranjangnya. Ia mengangkat lengan kanan dan menekuk siku, mencoba meraih bola matanya yang sebelah kanan dengan jari – jari, berharap dapat dibuka dengan lebih lebar lagi. Tentu ini bukan pertama kali bagi dia, tiap hari juga melakukan hal yang sama. Meskipun tahu bahwa dalam keadaan bangun tidur tubuh belum dapat digerakkan dengan utuh, koordinasi otak yang belum stabil karena kesadaran yang belum pulih, otot – otot yang masih belum bisa menerima perintah dan sendi – sendi belum menempatkan diri pada pos – pos tubuhnya yang kecil. Namun, ia tetap menggerakannya perlahan – lahan, sedikit demi sedikit, atau, singkatnya : berusaha. Sam meraih segelas air putih di tepi meja yang terletak sebelah ranjangnya, jaraknya tidak terlalu jauh, dengan sedikit mengeluarkan tenaga untuk merentangkan tangan tentu dia dapat mencengkeram gelas tersebut. Mula – mula ia membuka penutup gelas dengan telapak tangan kiri, lalu dengan telapak tangan yang lain meminum air p...